Salah seorang pembicara dari Seminar Satu Abad Pendidikan Muhammadiyah adalah Prof. Dr. Imam Suprayogo. Menurut pandangan saya, beliau sangat inspiratif dalam menyampaikan makalahnya tentang Pendidikan Holistik.Pertama kali, beliau mengkritik sistem pendidikan yang berlaku di negara kita, terutama sifat dikotomis-nya antara ilmu agama dan ilmu umum. Sehingga terjadilah pemisahan paradigma berfikir antara mereka yang belajar ilmu agama, dan yang belajar ilmu umum. Pertanyaan beliau adalah mengapa orang belajar agama dibatasi pada aqidah, ibadah, akhlak tasawwuf, fikih, tarikh dan sejenisnya. Mengapa agama dikotak-kotakkan pada definisi tersebut? Siapa yang pertama kali memisah-misahkan agama Islam seperti itu? Salahsatu hasil tafakkur beliau adalah urutan surat-surat Al Qur'an. Untuk membentuk manusia diperlukan sifat Rahman Rahim, seperti tertera dalam Al Fatihah. kemudian pada Surat Al Baqarah disampaikan jenis-jenis manusia. Singkat kata hanya ada tiga, mu'minun, kafirun dan munafiqun (GakJela antara keduanya. Sayangnya kebanyakan manusia ada pada posisi ini. Makanya kalau ingat sapi betina (Al BAqarah), harus ingat akan "ngeyel"nya kaum Yahudi ketika diperintahkan oleh Nabi untuk menyembelih Sapi Betina. Banyak bertanya dengan maksud agar yang memberi tugas lupa akan tugas yang diberikan. Sungguh annoying!. Namun untuk membentuk seorang mukmin harus ada fondasinya, yaitu keluarga:Al Qur'an menggambarkan keluarga yang indah pada Surat ALI IMRAAN. keluarga yang baik akan memperoleh hasil pendidikan yang baik apabila mampu mengelola keluarga yang baik. keluarga yang baik ada pada wanita (istri) yang baik. Muncul bahasan tentang isteri pada surat AN NISAA. para isteri harus mampu bahu membahu dengan para bapak menyediakan hidangan yang halalan thoyyiban mubarokan pada masing-masing rumah tangga. (AL MAAIDAH)
Untuk mendobrak tradisi tersebut, maka harus kembali kepada agama Islam dipahami BUKAN sebagai agama semata, tetapi memahami agama Islam sebagai agama dan juga peradaban. beliau bertafakkur tentang urutan - urutan surat yang disusun sekarang
Telah menerapkan pendidikan holistik di UIN Malang. Reformasi pertama yang dilaksanakan beliau adalah mewajibkan bahasa Arab dipelajari pada tahun pertama kuliah mahasiswa, pada saat menjabat di FAI UM Malang. Reformasi kedua yang dilakukan adalah mewajibkan bahasa Arab pda tahun pertama kuliah, di kampus UIN Malang, Dan ternyata ini berhasil, banyak mahasiswa yang hafal Qur'an dan mampu bercakap-cakap dalam bahasa Arab. Beliau adalah pemegang rekor MURI untuk Rektor yang menulis catatan di web selama satu tahun berturut-turut. Tulisan beliau yang ditulis tiap hari, sesudah sholat shubuh dan ngaji dapat diikuti di http://www.uin-malang.ac.id
No comments:
Post a Comment